Tuberkulosis pada Wanita Hamil

Tuberkulosis (TBC) merupakan kuman yang menyerang jalan pernapasan dan paru-paru seseorang. Apabila seseorang terserang TBC maka biasanya akan mengalami batuk berkepanjangan, bahkan seringkali disertai dengan keluarnya darah. Badan si penderita juga menjadi semakin kurus dan kekurangan gizi. Lalu, bagaimanakah jika tuberkulosis terjadi pada wanita hamil?

Seorang wanita yang sedang hamil tentu memerlukan asupan gizi yang seimbang dan bermanfaat bukan hanya bagi dirinya tetapi juga bagi bayi yang dikandungnya. Dalam keadaan terserang tuberkulosis, seorang wanita hamil menjadi lemah, letih, lesu, dan kurang terpenuhi nilai gizinya. Perkembangan janin juga akan terhambat apalagi jika kehamilan telah berjalan di atas trisemester pertama. Serangan TBC pada wanita hamil kadangkala terlambat untuk diketahui. Karena gejala TBC sendiri mirip dengan dampak kehamilan seperti lesu, kehilangan nafsu makan, dan mudah merasa lelah. Namun, apabila si ibu mengalami batuk-batuk sampai lebih dari 2 minggu maka pemeriksaan intensif harus segera dilaksanakan. Pemeriksaan ini terdiri dari tes darah, tes dahak, dan sinar X. Untuk pemeriksaan dengan sinar X terlebih dahulu si bayi di dalam kandungan harus dilindungi dengan perisai timbal untuk mencegah dampak berbahaya dari sinar tersebut. Meskipun sulit, tuberkulosis pada wanita hamil perlu segera ditangani.

Penanganan terhadap tuberkulosis pada wanita hamil sendiri membutuhkan ketelitian dan kesabaran dari pihak dokter dan si ibu sendiri. Dokter harus teliti untuk memeriksa dan memberikan pengobatan yang aman bagi si bayi yang ada dalam kandungan. Sedangkan ibu sendiri perlu memahami dampak pengobatan terhadap TBC dan pola hidup sehat. Pemenuhan nilai gizi tetap diperhatikan, selain juga usaha untuk mendapatkan udara segar, serta cara berpikir yang positif sehingga tidak semakin memperparah penyakit tuberkulosis yang dideritanya. Penjagaan yang cermat dan tepat diusahakan demi tercapainya kesembuhan bagi si ibu dan minimal tidak terkena kekebalan obat tuberkulosis. Sebab apabila si ibu terkena MDRTB atau kekebalan terhadap obat tuberkulosis, maka penanganan pengobatan harus ditinggikan dosisnya. Sehingga ditakutkan hal tersebut akan mempengaruhi tumbuh kembang si bayi.

Bagaimanapun usaha untuk mencegah dan memberantas tuberkulosis perlu selalu dilakukan sebelum ibu mengalami kehamilan, saat mengandung, dan ketika menyusui. Pola hidup dan pula makan sehat dan seimbang menjadi pencegah sekaligus penyembuh utama dalam rangka pembebasan wanita hamil dari tuberkulosis.