Tanda-tanda dan Penyebab Keguguran

Kita semua tidak menginginkan terjadi keguguran pada kehamilan yang kita idamkan. Keguguran merupakan kejadian yang paling mengerikan dan dihindari oleh semua ibu, selain itu keguguran juga memiliki dampak psikis dan fisik yang luar biasa menyeramkan. Wanita yang pernah mengalami keguguran pernah menyatakan bahwa sakit fisik yang diderita karena keguguran melebihi sakit yang dirasakan ketika melahirkan bayi secara normal, selain itu kehilangan janin yang belum sempat tumbuh berkembang di rahim memberikan efek stress yang cukup dalam.

Keguguran merupakan proses yang terjadi karena keluarnya janin melalui persalinan yang prematur atau sebelum waktunya dalam keadaan janin mati karena pada saat dilahirkan kondisi janin belum sempurna dengan jaringan atau organ yang rusak. Oleh karena itulah kita seharusnya mengetahui mengenai apa yang menyebabkan terjadinya keguguran agar bisa menghindarinya.

Berikut ini kami sajikan 3 top penyebab keguguran:

  1. Kelainan pada janin karena kelainan kromosom yang terjadi pada proses pembuahan. Ini merupakan akibat embrio yang terbentuk menjadi cacat sehingga langsung dikeluarkan oleh tubuh.
  2. Adanya kelainan pada rahim dimana rahim sang ibu terlalu lemah sehingga tidak mampu menahan berat janin yang terus berkembang.
  3. Sistem kekebalan tubuh si ibu yang lemah sehingga janin tidak mampu terlindungi dengan baik.

Adapun tanda-tanda yang terjadi pada keguguran adalah:

  1. Pendarahan berupa bercak-bercak yang berlangsung lama hingga terjadi pendarahan hebat, kadang terjadi jaringan yang robek yang keluar berbarengan dengan darah.
  2. Terjadinya kram atau kejang perut secara berulang-ulang pada periode tertentu dengan waktu yang lama. Kram dan kejang bisa juga terjadi di daerah panggul.
  3. Nyeri di bagian bawah perut yang terjadi cukup lama, atau nyeri itu bisa juga terjadi di daerah bawah panggul, selangkangan, hingga daerah alat kelamin.

Isu terbaru mengenai penyebab keguguran adalah radiasi microwave yang bisa berpeluang menjadi pencetus problem kehamilan, namun isu ini tidak didukung fakta penelitian yang ilmiah sehingga tidak bisa dipertanggungjawabkan.