Tahapan Melahirkan Normal

Tentunya setiap wanita akan mengalami tahapan melahirkan normal yang berbeda2. Namun secara umum proses melahirkan normal bisa dibagi ke dalam beberapa tahapan yang perlu anda ketahui.

Tahapan Pertama adalah tahapan paling lama dalam proses melahirkan normal. Pada tahap ini lah terjadi banyak kontraksi dan leher rahim mulai melebar.

Tahap Pertama ini terdiri dari 3 bagian:

Tahapan Pertama: Fase Awal

Dalam tahap ini, wanita yang sudah berada pada hari2 terakhir kehamilan mulai bertanya-tanya, apakah ini waktunya untuk melahirkan? Kontraksi yang terjadi di fase ini sangat ringan, biasanya berjarak 20 menit atau lebih dari satu kontraksi ke kontraksi berikutnya. Kontraksi lama-lama akan makin terasa dan makin dekat jaraknya, bisa sampai 5 menit sekali. Jika anda berada pada fase awal ini, yang harus anda lakukan adalah seperti kegiatan sehari-hari anda. Jika terjadi di malam hari, kembalilah tidur.

Tahapan Pertama: Fase Aktif

Kontraksi berjarak 4-5 menit sekali. Dan kontraksi bisa terjadi selama satu menit penuh. Ingat, jarak kontraksi ini masih memungkinkan anda untuk beristirahat, gunakan kamar mandi jika diperlukan, minum yang banyak. Ini sudah waktunya untuk berangkat ke rumah sakit. Banyak bergerak dan relaks adalah kunci melewati fase ini.

Tahapan Pertama: Fase Transisi

Fase ini terjadi sangat singkat dan merupakan fase tersingkat dalam proses melahirkan normal. Kontraksi terjadi 2-3 menit sekali selama 60 – 90 detik. Beberapa wanita hamil mengalami gemeteran dan muntah di fase ini yang mana adalah normal. Fase ini biasanya terjadi dalam 1-2 jam. Di akhir fase ini, leher rahim sudah terbuka sempurna.

Tahapan Kedua

Tahapan ini bisa berakhir dalam 3-4 jam. Waktunya sangat bervariasi dan bergantung pada posisi tubuh ibu, dan juga posisi bayi. Beberapa wanita mulai ingin mengedan di tahap ini. Tahap ini berakhir ketika si bayi lahir.

Tahapan Ketiga

Ketika bayi sudah lahir, anda akan diminta untuk melakukan push sekali lagi untuk mengeluarkan plasenta. Tapi jangan khawatir, karena tidak bertulang, mengeluarkan plasenta jauh lebih mudah dibandingkan proses melahirkan bayi.