Perubahan Psikologis Kehamilan Trimester Pertama

Ibu Hamil itu Mudah Marah, Benarkah?

Ada yang bilang kalau kondisi hamil itu sama dengan kondisi ketika akan datang bulan. Sehingga, wanita yang sedang hamil cenderung lebih sensitif daripada yang sedang tidak hamil. Sama seperti wanita yang akan datang bulan. Namun, Perubahan Psikologis Kehamilan Trimester Pertama ini tak selalu sama antar wanita. Ada yang memang menjadi lebih sensitif, namun ada juga yang biasa- biasa saja. Dari yang tadinya sabar menjadi tidak sabar. Dari yang tadinya jarang menangis menjadi mudah menangis.

Padahal, apa yang dirasakan ibu, akan berpengaruh pada janin. Pun ketika ada Perubahan Psikologis Kehamilan Trimester Pertama ini, secara bersamaan, janin juga sedang mengalami perkembangan, yaitu fungsi otak. Maka, ada baiknya bila pada trimester pertama ada perubahan psikologis yang dirasakan ibu harus yang positif dan bukan negatif. Misalnya, ketika akan sedih si ibu langsung berpikir kesedihan tersebut akan berpengaruh pada bayi, sehingga dia tidak jadi sedih.

Wanita Hamil Menjadi Tidak Percaya Diri, Benarkah?

Perubahan Psikologis Kehamilan Trimester Pertama berikutnya adalah perubahan kepercayaan diri. Si ibu biasanya menjadi kurang percaya diri, begitu katanya, benarkah? Lagi- lagi hal itu sebenarnya hanya mitos. Bila bayi memang dinantikan, tentu saja ibu bayi akan bahagia. Pun sebaliknya. Ada baiknya, seorang ibu tetap percaya diri ketika hamil, sekalipun bentuk tubuhnya mungkin akan berubah. Tak perlu khawatir karena nanti bisa kembali lagi. Yakinkanlah seperti itu akan tetap bahagia. Yakinkan pula bahwa akan ada anggota baru yang hadir dan mengisi kekosongan keluarga yang selama ini hanya ada ibu dan ayah bayi saja.

Ibu Hamil Menjadi Malas?

Ada lagi mitos yang mengatakan tentang Perubahan Psikologis Kehamilan Trimester Pertama yaitu orang hamil menjadi lebih malas. Benarkah? Hal itu karena si ibu harus menjaga kandungannya, sehingga dia tidak mau beraktivitas apa- apa.

Sebenarnya hal itu adalah hal yang harus dihindari. Sekalipun aktivitas fisik memang harus dibatasi, namun adalah salah bila ada yang berpendapat bahwa ibu hamil “harus” malas dan tak melakukan apa- apa. Justru ketika sedang hamil itulah, ibu hamil harus rajin. Misalnya dengan melakukan kegiatan belajar, membaca, mengisi soal- soal hitungan, dll. Bila kita menengok rahasia kecerdasan orang Yahudi dan orang- orang yang ada di Palestina, maka kita akan sadar, bahwa apa yang dilakukan oleh ibu hamil akan berpengaruh besar pada bayi. Ibu- ibu hamil di Yahudi dan Palestina adalah ibu yang rajin. Tak heran, bila anak mereka menjadi anak yang jenius dan banyak yang sudah hafal Al- Quran di usia yang masih sangat belia.

Jadi, mana yang akan kita pilih akan Perubahan Psikologis Kehamilan Trimester Pertama? Yang berpengaruh positif pada bayi atau tidak?