Penyebab Terjadinya Pendarahan Pada Kehamilan

Pendarahan pada kehamilan hampir selalu terjadi pada ibu hamil. Kondisi ini biasa terjadi di awal masa kehamilan, di pertengahan, hingga pada kondisi hamil tua. Ibu hamil yang mengalami pendarahan biasanya langsung panik. Kondisi yang harus disiapkan ketika mengalami hal ini adalah bersikap tenang. Sikap tenang membuat ibu akan semakin mampu menghadapinya dengan baik.

Tenangnya pikiran bukan berarti tidak melakukan apapun sebab pendarahan pada kehamilan harus diwaspadai karena bukanlah sebuah keadaan yang normal dan sehat, ibu hamil yang mengalami pendarahan harus segera memeriksakan diri ke dokter kandungan agar segera diketahui penyebab dari pendarahan dan segera mendapat penanganan dengan baik sebelum bisa membahayakan ibu dan juga janin yang ada dalam kandungan.

Beberapa penyebab pendarahan pada kehamilan baik pada trisemester pertama, menengah hingga akhir adalah sebagai berikut:

  1. Jika usia kehamilan masih muda atau di trisemester pertama penyebabnya adalah tahapan keguguran yang akan terjadi di dalam rahim. Pendarahan pada kehamilan periode ini umumnya hanya sedikit walau kadang juga mengeluarkan banyak darah namun tidak disertai mules.
  2. Pendarahan juga bisa terjadi karena kehamilan yang tidak normal misalnya perkembangan di bagian plasenta yang berubah menjadi tumor yang menyebabkan keguguran.
  3. Pendarahan akibat plasenta yang menutupi jalan lahir sehingga ketika terjadi kontraksi akan menimbulkan pendarahan. Kasus ini tidak banyak terjadi, namun jika terjadi si ibu hamil sebaiknya langsung dibawah penanganan dokter agar peluang melahirkan tetap tinggi. Tetapi jika pendarahan yang terjadi banyak maka harus dilakukan operasi caesar untuk menyelamatkan bayi walau bayi akan dilahirkan prematur.
  4. Penyakit pada mulut rahim bisa menyebabkan pendarahan walau kehamilannya dalam kondisi normal.
  5. Pada usia kehamilan tua, pendarahan terjadi karena plasenta letaknya rendah.

Pendarahan pada kehamilan bisa dianggap sebagai keadaan yang membahayakan ibu dan janin bahkan bisa menimbulkan kematian. Pendarahan dengan volume cairan darah yang banyak bisa mengakibatkan volume darah intravaskular berkurang sehingga menimbulkan hipoksi pembuluh darah organ-organ, akibatnya aliran darah intravaskular semakin lambat dan terjadilah kegagalan fungsi organ-organ tubuh.