Mengetahui Tentang Tahapan Kehamilan

Kehamilan merupakan masa yang paling ditunggu oleh siapapun juga tapi juga sekaligus menjadi masa yang berat. Perubahan dari sebelum dan ketika hamil bukanlah persoalan yang mudah. Di awal kehamilan hingga akhirnya sang buah hati lahir para ibu akan mengalami banyak hal. Itulah sebabnya semua wanita diharapkan mulai menyiapkan mental ketika akan memulai proses kehamilan sebab sejak awal kehamilan hingga kelahiran bukan hanya bahagia yang akan mendera tapi juga gangguan baik secara fisik maupun psikis.
Para ibu, akan melalui beberapa tahap kehamilan yang berbeda-beda di setiap bulannya. Masa kehamilan dibagi menjadi beberapa fase atau periode, yakni trimester pertama yang terjadi di minggu pertama hingga minggu ke-12 kehamilan, trimester kedua yang terjadi di minggu 13 hingga ke-27 kehamilan, dan trimester ketiga yang terjadi pada kehamilan 28 hingga 40. Pada setiap fase ini keluhannya berbeda-beda untuk itulah pengetahuan mengenai tahap kehamilan ini sangat penting bagi calon ibu untuk mempersiapkan fisik dan mental dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi pada kehamilan. Agar lebih jelasnya, maka simak beberapa tahap demi tahap kehamilan dan beberapa perubahan yang menyertai berikut ini :

Trimester Pertama

Pada masa ini, biasanya ibu hamil akan mengalami perubahan yang cukup berat selama kehamilan, di mana tubuh mulai menyesuaikan dengan pertumbuhan janin. Morning sickness yang menyebabkan mual dan muntah seringkali dialami ibu hamil. Biasanya gejala mual dan muntah ini diiringi dengan nafsu makan yang berkurang, akibatnya di trisemester pertama berat badan sang bunda malah menurun bukannya meningkat. Penurunan berat badan ini sebaiknya segera ditindaklanjuti dengan pengawasan yang baik dari dokter sebab turunnya berat badan sang ibu akan memengaruhi perkembangan bayi yang dikandung. Bahkan, ada juga mual dan muntah yang bisa menyebabkan dehidrasi sehingga akhirnya ibu hamil harus dirawat di rumah sakit. Tentu saja hal ini sangat menyiksa sang ibu.
Namun sebetunya tidak semua ibu mengalami gejala tersebut, adakalanya ibu hamil bebas dari morning sicknes dan bisa menikmati kehamilannya dengan bahagia. Ada yang menyatakan kondisi mual dan muntah dipengaruhi oleh faktor psikis yang ibu juga, dengan melawan rasa mual bisa saja si ibu melewati tri semester pertama ini dengan baik. Namun, faktor hormone yang meningkat pesat dan kurang bisa diadaptasi oleh tubuh merupakan salah satu hal yang memengaruhi kondisi mual dan muntah sang bunda.
Tips untuk menghadapi trimester pertama ini, diantaranya : ibu diharuskan banyak istirahat, mengonsumsi makanan bernutrisi, konsumsi cairan yang cukup, pola tidur yang cukup, hindari aktivitas berat, dan jangan lupa untuk periksa kehamilan ke dokter.

Trimester Kedua

Pada tahap ini, biasanya ibu hamil akan mulai menikmati kehamilannya karena masa berat (seperti morning sickes) itu sudah berlalu. Kini Anda akan merasakan perut yang semakin membesar dan berat badanpun pastinya akan bertambah. Pada masa ini, Anda akan mulai gerakan janin yang awalnya hanya terasa berdenyut-denyut hingga bisa teraba di kulit perut. Seiring dengan membesarnya kandungan Anda, maka biasanya disertai dengan rasa sesak, kesemutan pada tangan dan kaki, perubahan warna kulit, gatal di bagian perut, sakit punggung, dan lain-lain.
Pada masa ini pula debaran bahagia semakin terasa mendalam, janin yang Anda kandung sudah mulai merasakan apa yang Anda rasakan, pertautan dua hati semakin mendalam satu sama lain, Anda semakin jatuh cinta pada sang bayi, dan mulai tak sabar untuk menyaksikannya tumbuh walau hanya dalam layar USG.  Kondisi perubahan fisik tidak begitu terasa dibandingkan cinta yang semakin menghangat.

Trimester Ketiga

Pada masa ini, biasanya Anda akan mengalami beberapa perubahan yang cukup menyiksa, diantaranya adalah sulit menahan kencing, sembelit, sesak akibat perut semakin membesar, kelelahan, kesemutan, dan lain-lain. Tubuh yang mulai semakin meningkat tajam beratnya, tubuh yang mulai berubah bentuknya, dan bayi yang semakin aktif di perut menjadi ciri khas kehamilan di usia ini. Ibu hamil dengan apapun perubahan fisik pada saat tahap kehamilan ini tetap merasa bahagia dan tidak sabar menanti sang buah hati. Ketika sudah berada di akhir trisemester ketika ketidaksabaran kerapkali diikuti dengan kecemasan saat melahirkan dan ini adalah sesuatu yang wajar. Salah satu cara untuk menghilangkan kecemasan adalah dengan bersikap lebih rileks dan mulai berbagi perasaan dengan orang yang dipercayai, berpengalaman, ataupun meminta dukungan suami.
Pada tahap kehamilan ini, Anda harus mulai mengenal tanda-tanda persalinan, misalnya : kontraksi, ketuban pecah dini yang harus secepatnya mendapatkan penanganan dari Dokter agar terhindar dari infeksi. Untuk mengantisipasi masalah-masalah yang terjadi di trimester akhir ini, biasanya dokter akan meminta Anda kontrol kehamilan setiap seminggu sekali.