Mengetahui Tentang Kista dan Kehamilan

Kehamilan adalah proses yang sangat menakjubkan. Semua perempuan merasa sempurna dengan adanya kehamilan yang dirasakan. Bukan hanya proses kehamilannya namun juga secara psikologi menjadi perempuan hamil adalah menjadi makhluk yang paling dimanjakan oleh semua orang. Bukan hanya suami saja yang memanjakan namun juga semua orang di sekelilingnya akan ikut merasakan bahagia sekaligus melindungi. Maka, sudah dipastikan ketika ada sesuatu terjadi pada sang ibu hamil yang panik bukan hanya sang ibu hamil tapi hampir semua orang akan ikut panik dan merasakan apa yang dirasakannya.

Salah satu masalah yang bisa terjadi pada ibu hamil adalah adanya kista. Kista merupakan kantung kecil di dalam tubuh manusia yang berisi cairan. Kista pada wanita biasanya ada pada bagian ovarium. Pada beberapa wanita hamil, kista ini sering muncul dan meresahkan. Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai apa itu kista, ada baiknya kita juga mengetahui apa kaitan antara kista dan kehamilan agar kita semua menjadi lebih berhati-hati menyikapi penyakit ini.

Kista pada wanita hamil merupakan jenis kista korpus luteus (CLC = corpus luteal cyst). Kista ini sebenarnya tidak berbahaya dan normal muncul di awal-awal masa kehamilan. Kaitan kista dan kehamilan ini adalah karena setelah sel telur ke luar dari ovarium dan terjadi peleburan dengan sperma. Karena hormone HCG (Human Chorionic Gonadotropin), tempat kosong di dalam ovarium otomatis akan menjadi kista. Bahkan pada beberapa wanita, kista ini bisa menjadi seukuran bola golf. Ketika sang kista sudah menjadi seukuran golf sudah dipastikan akan menimbulkan keresahan luar biasa oleh sang ibu dan khawatir bahwa sang buah hati akan terganggu karena hal ini.

Sebetulnya tidak ada yang harus dikhawatirkan mengenai kista. Kista ini dianggap tidak membahayakan sebab kista pada wanita hamil ini akan mulai mengecil di sekitar minggu kesepuluh dan hilang di sekitar minggu keenam belas masa kehamilan. Sangat jarang sekali ditemukan kasus mengenai kista yang parah hingga membuat kista tersebut harus dibuang dengan bedah operasi. Secara alami, kista ini akan mengecil dan hilang sendiri.

Harus juga diketahui bahwa kebanyakan kista yang terbentuk saat hamil itu tidak memberi dampak apa-apa bagi si ibu hamil dan janinnya. Tak ada keluhan berarti mengenai hal ini. Akan tetapi, dalam kasus tertentu, ada juga wanita hamil yang mengalami kesakitan dengan kistanya ini. Misalnya saja keram perut dan mulas. Nah, mulas dan kram perut inilah yang biasanya sangat mengganggu. Banyak wanita hamil yang kemudian merasa bahwa kram perut dan rasa sakit ini akan memberikan dampak bahaya selain juga tentu saja rasanya menyakitkan jika terus terjadi selama kehamilan. Akan tetapi menurut para dokter, kista pada ibu hamil tidak akan mempengaruhi bayi yang dikandungnya. Bayi yang dikandung dalam keadaan ibu yang memiliki kista masih berpotensi untuk tetap tumbuh dengan baik dan sehat.

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa kista ini akan menjadi membahayakan sang ibu tetapi  ini sangat jarang terjadi. Ya, kasus yang sangat jarang terjadi adalah kista yang kemudian berubah menjadi sel malignan (sel kanker). Kista jenis ini biasanya akan memperbesar risiko keguguran. Pengecekan dengan ultrasound oleh dokter bisa memberi gambaran mengenai perubahan dan perkembangan kista pada ibu hamil. Dan ini bisa menjadi cara pencegahan kista menjadi sel malignan. Jadi jika Anda hamil dan kemudian kehamilan Anda disertai kista, pastikan kista Anda aman dan tidak menjadi sel malignan. Pengecilan kista seiring bertambahnya umur kehamilan dan ketidakhadiran rasa sakit bisa menjadi indikator dari kondisi kista yang aman. Jika kista malignan terjadi, dokter akan menyarankan bedah operasi. Nah, jika kista yang terus menerus menghadirkan rasa sakit maka sebaiknya Anda terus melakukan pengecekan ke dokter mengenai kondisi kista yang sedang menyerang Anda.

Sekali lagi kista bisa jadi aman-aman saja dan tidak perlu membuat Anda khawatir, namun tentu saja Anda juga harus terus melakukan pengecekan dan evaluasi pada kista Anda sebab walau jarang terjadi, kista juga bisa menjadi sangat berbahaya. Anda tentu saja harus mematikan kehamilan Anda terbebas dari kista yang berbahaya, bukan? Anda harus memastikan kondisi Anda aman dalam proses kehamilan hingga proses kelahiran sehingga Anda bisa memberikan kondisi yang terbaik bagi sang buah hari yang Anda idamkan.

Bagaimanapun juga tidak ada satupun perempuan hamil di dunia ini ingin kehamilannya terganggu oleh apapun jenis penyakitnya, baik yang aman ataupun yang buruk. Oleh karena itulah meningkatkan kewaspadaan dan pengecekan rutin merupakan tindakan pencegahan yang paling baik. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan? Semoga artikel ini bermanfaat dan tetaplah sehat selama kehamilan ataupun pada proses melahirkan.