Mengetahui Tentang Hamil di Luar Kandungan

Tidak semua perempuan mendapatkan anugrah berupa kehamilan yang berjalan normal. Kehamilan itu terjadi karena bertemunya sel telur dan sperma di saluran telur. Setelah terjadinya pembuahan tersebut, embrio akan berjalan ke rongga rahim. Namun, ada kasus tertentu yang tidak normal seperti hasil pembuahan yang diam di saluran telur dan tidak berjalan menuju rahim. Hal tersebut dinamakan hamil di luar kandungan.  Sayangnya, tanda hamil di luar kandungan seringkali tidak berbeda dengan perempuan yang hamil normal, terutama pada awal kehamilan. Sehingga para perempuan sebaiknya mengetahui tentang hamil di luar kandungan sejak dini. Agar bisa mendeteksi hal tersebut sejak awal.

Kehamilan di luar kandungan memiliki istilah medis yaitu kehamilan ektopik. Kehamilan seperti ini tidak berjalan lama tapi hanya berlangsung dalam waktu yang sebentar yaitu sekitar lima sampai sepuluh minggu. Selanjutnya, hasil pembuahan akan keluar dan disebut keguguran. Hal itu terjadi karena hasil pembuahan yang semakin membesar di saluran telur. Membesarnya embrio tersebut membuat dinding saluran telur lemah dan pecah. Maka terjadi pendarahan. Bagi perempuan yang mengalami pendarahan tersebut akan merasakan sakit yang sangat hebat.

Kehamilan di luar kandungan biasanya disebabkan hasil pembuahan yang sulit melewati saluran telur.  Hal tersebut bisa disebabkan oleh adanya penyempitan di saluran telur karena adanya bekas luka. Sehingga salauran telur menjadi lengket dan sulit dilewati oleh hasil pembuahan. Sebab lain adanya kehamilan di luar kandungan yaitu adanya jaringan yang bentuknya seperti lapisan rahim tapi ternyata letaknya berada di luar rahim yang disebut endometriosis.

Seorang perempuan yang mengalami kehamilan di luar kandungan agak sulit dideteksi karena gejalanya sama seperti umumnya perempuan hamil. Seorang perempuan yang mengalami kehamilan di luar kandungan akan mendapati tanda positif saat haidnya berhenti. Namun, sebaiknya Anda waspada jika tanda-tanda kehamilan tersebut disertai dengan rasa sakit dan nyeri. Rasa sakit itu terjadi terus-menerus karena saluran telur yang robek akibat hasil pembuahan yang membesar. Tanda lainnya kepala pusing, mata berkunang-kunang, dan rasa sakit di daerah pencernaan.

Siapa saja memiliki risiko mengalami kehamilan ektopik. Akan tetapi, tentunya ada perempuan yang berisiko tinggi mengalami kehamilan di luar kandungan, di antaranya perempuan yang memiliki daya tahan tubuh lemah sehingga mudah terinfeksi. Sehingga setiap perempuan sebaiknya memeriksakan diri dan kandungannya sedini mungkin agar dapat mengantisipasi risiko tersebut. Perempuan yang terlanjur mengalami kehamilan di luar kandungan biasanya akan dioperasi untuk diabgkat saluran telurnya yang pecah. Saluran telur tersebut harus dibersihkan agar bersih dari jaringan-jaringan hasil pembuahan. Seorang perempuan yang diangkat saluran telurnya tetap memiliki kesempatan untuk hamil dan melahirkan secara normal asalkan yang diangkat hanya salah satu saluran telurnya.

Sebagai seorang perempuan sebaiknya Anda mengetahui tentang hamil di luar kandungan agar Anda dapat mendeteksi dan mencegahnya sejak dini.