Komplikasi Persalinan

Setelah proses persalinan berlangsung, biasanya ibu bisa bernafas dengan lega karena bisa segera melihat dan merawat bayinya. Namun, pada sebagian wanita yang lain harus melakukan sejumlah perawatan medis akibat adanya komplikasi persalinan. Anda pasti bertanya, apa yang menjadi penyebab dari komplikasi persalinan? Jika mendapati pertanyaan semacam itu, maka jawabannya sangat beragam, diantara yang menjadi penyebabnya adalah :

  • Faktor kesehatan dari sang ibu yang rendah
  • Kurangnya pemeriksaan saat kehamilan
  • Pengetahuan dan tingkat pendidikan ibu yang kurang baik
  • Pertolongan saat persalinan yang kurang bagus
  • Perawatan pasca melahirkan yang kurang baik
  • Peralatan yang kurang memadai untuk pertolongan persalinan
  • Dan lain-lain.

Setelah mengetahui beberapa hal yang menjadi penyebab komplikasi persalinan, kini saatnya Anda mengetahui beberapa komplikasi yang terjadi sebelum dan sesudah persalinan berlangsung, diantaranya adalah :

  • Perdarahan post partum
    Pendarahan yang terjadi setelah persalinan berlangsung. Keluarnya darah dengan jumlah lebih dari 500 ml selama lebih dari 24 jam tersebut sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa ibu. Beberapa tanda-tanda yang bisa dikenali dari pendarahan post partum ini adalah wajah menjadi pucat, denyut nadi cepat atau terlalu lambat, tangan dan kaki teraba dingin, pendarahan dengan jumlah cukup banyak dan lama, pendarahan disertai bau busuk, dan lain-lain. Jika Anda mengalami tanda-tanda tersebut, maka segeralah menghubungi dokter untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
  • Infeksi pasca persalinan
    Infeksi ini terjadi setelah persalinan berlangsung yang ditandai dengan beberapa gejala, seperti : suhu tubuh meningkat, tubuh menggigil, wajah pucat, pusing, denyut jantung cepat, terasa nyeri di bagian perut, dan lain-lain. Beberapa kondisi kesehatan ibu yang dapat memicu terjadinya infeksi pasca persalinan, diantaranya : hipertensi selama kehamilan, anemia, ketuban pecah dan terlambat mendapat pertolongan, operasi Caesar, adanya perdarahan setelah persalinan, dan lain-lain.
  • Ruptur Uteri
    Komplikasi persalinan yang satu ini biasanya terjadi pada ibu yang sebelumnya mengalami persalinan dengan Caesar. Komplikasi ini ditandai dengan adanya rasa nyeri yang cukup hebat pada ibu dan denyut jantung janin terdengar tidak normal. Ruptur uteri atau robekan pada rahim saat persalinan ini biasanya terjadi akibat janin terlalu besar, melahirkan bayi kembar, dan lain-lain.

Begitu banyaknya bahaya yang ditimbulkan akibat komplikasi ini, maka itu disarankan bagi ibu yang pernah menjalani operasi Caesar untuk melakukan pemeriksaan rutin dan persalinannya di Rumah sakit yang memiliki peralatan memadai, karena robekan rahim yang terlalu luas sebelum persalinan dapat menyebabkan perdarahan yang menyebabkan kematian ibu dan janin.