Komplikasi Kehamilan pada Trimester 1

Kehamilan merupakan masa-masa yang sangat membahagiakan. Dalam sembilan bulan ke depan, anggota baru yang mungil akan menambah semarak suasana keluarga. Saat ibu mulai hamil, gangguan kesehatan saat kehamilan dapat terjadi, maka waspadalah terhadap komplikasi kehamilan pada trimester 1.

Komplikasi atau gangguan yang terjadi pada masa kehamilan tiga bulan pertama adalah:

  1. Abortus
    Abortus adalah keluarnya janin dengan tidak disengaja, sebelum masa melahirkan. Dalam bahasa awam, abortus biasa dikenal dengan sebutan keguguran. Keguguran dapat terjadi karena adanya kelainan kromosom sel telur. Tanda-tanda keguguran adalah adanya bercak darah. Jika hal ini terjadi, hendaknya calon ibu cepat-cepat memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat.
  2. Hiperemesis Gravidium
    Yaitu keadaan dimana ibu hamil muda mengalami mual dan muntah secara berlebihan. Penyebabnya adalah terjadi perubahan metabolisme tubuh pada ibu, berkaitan dengan kehamilan tersebut. Kelainan ini juga disebabkan oleh faktor psikologis. Misalnya, takut menghadapi proses persalinan, masalah hubungan yang kurang harmonis dengan pasangan, atau rasa takut memikul tanggung jawab dengan hadirnya buah hati. Gejala kelainan ini adalah mual dan muntah yang terus menerus. Napsu makan sangat rendah, sehingga ibu hamil sangat lemah. Bahkan, sampai harus rawat inap di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang intensif.
  3. Mola Hidatidosa
    Komplikasi kehamilan pada trimester 1 yang selanjutnya adalah mola hidatidosa. Dalam bahasa awam disebut hamil anggur. Pada kelainan ini, ibu mengalami gejala yang sama dengan hamil biasa. Mual, muntah, dan napsu makan berkurang. Namun, bila dicek, di dalam rahim tidak terdapat janin. Karena itu, detak jantung janin juga tidak terdengar. Sesuai dengan namanya, mola (anggur), yang terdapat di janin hanya gelembung-gelembung kecil yang menyerupai anggur.
    Tanda-tanda kelainan pada kehamilan ini adalah pendarahan yang terjadi secara terus menerus. Gelembung-gelembung ini harus dikeluarkan. Dan, penderita harus dalam pengawasan dokter hingga dinyatakan benar-benar sehat kembali. Sebab, mola hidatidosa dapat memicu terbentuknya kanker.
  4. Kehamilan Ektopik
    Disebut juga dengan kehamilan di luar kandungan. Pada kelainan ini, sel telur yang sudah dibuahi tidak melekat di tempat seharusnya yaitu di rahim, tetapi melekat di tempat lain. Misalnya, di saluran telur, leher rahim, atau di rongga perut. Kehamilan ektopik ini disebabkan karena adanya infeksi di saluran falopi. Gejalanya adalah, ibu mengalami sakit pada panggul, pendarahan yang tidak biasa, hingga pingsan.

Itulah komplikasi kehamilan pada trimester 1 yang mungkin terjadi, Namun, ibu hamil tidak perlu khawatir banyak tips kehamilan yang bisa didapatkan untuk informasi. Jika rutin memeriksakan diri ke dokter, komplikasi tersebut dapat dicegah. Ketika mengalami gejala yang sama, segera hubungi dokter kandungan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.