Gangguan Kesehatan Pada Ibu Hamil

Gangguan kesehatan pada ibu hamil. Selama menjalani kehamilan, sebagian besar ibu hamil mengalami beberapa gangguan kesehatan. Di trimester pertama, gangguan langganan yang dialami adalah mual dan muntah khususnya di pagi hari (morning sickness). Untuk meringankannya, konsumsilah makanan yang mengandung sedikit karbohidrat (seperti sandwich atau buah-buahan) setiap dua atau tiga jam.

Karena morning sickness, beberapa ibu hamil jadi malas sarapan. Padahal sarapan sangat penting untuk menjaga cadangan energi. Agar sarapan tetap nikmat tanpa mual, cobalah makan roti kering, biskuit, atau cereal sebelum bangun tidur di pagi hari. Hindari makanan berlemak/bersantan, dan untuk sementara tinggalkan kopi dan creamer favorit Anda. Ganti dengan lemon tea atau teh dengan aroma peppermint.

Gangguan kesehatan pada ibu hamil. Memasuki tengah trimester kedua, ibu hamil kerap merasakan heartburn atau rasa panas di ulu hati. Umumnya ini terjadi karena bayi yang sedang tumbuh menekan abdomen Anda. Makan sedikit namun sering lebih baik daripada mengkonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus. Anda juga dapat mencoba tidur dengan bantal agak tinggi sehingga kepala sedikit terangkat, serta hindari makan larut malam atau berbaring setelah makan.

Perhatikan pula gejala pre-eklampsia. Ini bisa terjadi karena tekanan darah yang terlalu tinggi dalam tubuh. Gejalanya bisa diawali dengan pembengkakan pada pergelangan kaki dan tangan disertai dengan sakit kepala yang berat dan rasa tegang di tengkuk. Untuk menghindari pre-eklampsia, jagalah bobot tubuh selama hamil. Jangan kalap makan mentang-mentang ibu hamil harus “memberi makan untuk dua orang”. Penambahan porsi makan yang benar adalah seimbang antara jumlah dan komposisi gizi.

Gangguan kesehatan pada ibu hamil. Di akhir trimester ketiga, sebagian besar ibu hamil mengalami konstipasi/sembelit alias susah buang air besar. Ini disebabkan oleh perubahan hormonal yang berdampak pada melambatnya gerakan usus. Untuk menghindarinya, konsumsilah bahan makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayur, roti gandum utuh, atau serealia, serta pastikan asupan cairan cukup yaitu 2-3 liter perhari.