Deteksi Dini Gejala Abnormalitas Dalam Kehamilan

Semua ibu hamil menginginkan kehamilan yang sehat dan akhirnya bisa melahirkan bayi yang sempurna. Namun, kita tidak bisa menghindari bahwa ada faktor bawaan yang kerapkali menjadi penghambat janin tumbuh secara sempurna. Selain karena faktor bawaan, ada beberapa penyebab lain yang menyebabkan abnormalitas pada kehamilan.

Penyebab lain gejala abnormalitas pada kehamilan adalah:

  1. Konsumsi alkohol oleh ibu hamil.
  2. Penyakit yang dimiliki oleh ibu hamil.
  3. Radiasi obat tertentu atau racun.
  4. Infeksi yang dimiliki oleh ibu hamil bisa menyebabkan sejumlah kelainan pada janin.
  5. Kurangnya cairan ketuban bisa menyebabkan lambatnya pertumbuhan paru-paru dan anggota gerak tubuh janin.

Untuk menghindari abnormalitas pada kehamilan, tindakan preventif yang bisa dilakukan adalah:

  1. Konsultasi pada dokter untuk setiap asupan gizi dan obat.
  2. Berhenti merokok.
  3. Tidak mengkonsumsi alkohol.

Beberapa kelainan dalam abnormalitas pada kehamilan adalah sebagai berikut:

  1. Kelainan pembentukan bagian tubuh tertentu seperti kelainan jantung yang diikuti oleh spina bifida dan hipospadia.
  2. Kelainan bawaan pada kimia tubuh.
  3. Kelainan metabolisme yang biasanya berupa ketidaksempurnaan pembentukan enzim.
  4. Hilangnya bagian tubuh tertentu.

Untuk kasus abnormalitas pada kehamilan ini, peran sang ibu dalam menjaga asupan gizi bagi janin sangatlah penting. Salah satu zat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin adalah asam folat. Kekurangan zat ini bisa meningkatkan resiko abnormalitas pada kehamilan karena terjadi spina bifida atau kelainan tabung saraf lainnya. Setiap wanita usia subur sebaiknya mengkonsumsi asam folat minimal 400 mikrogram/hari.

Beberapa kelainan yang dimiliki bayi karena abnormalitas dalam kehamilan:

  1. Bibir Sumbing.
  2. Defek tabung syaraf.
  3. Kelainan jantung.
  4. Penyakit pada sistem pernafasan dan saluran pencernaan.

Untuk menghindari abnormalitas pada kehamilan ini, sebaiknya segera mendeteksi kehamilan sejak dini. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan USG, semakin dini gejala abnormalitas ditemukan akan semakin baik penanganan yang bisa dilakukan. Sekitar 35-50% abnormalitas dapat dideteksi lebih dini dengan spesifisitas mencapai 90-100% (Ewigman et.al, 1993; Goncalves et.al, 1994; Van Dorsten et.al, 1998).