Bagaimana Mempertahankan Kehamilan Beresiko Tinggi?

Kehamilan dengan resiko tinggi menyebabkan bahaya bagi ibu ataupun bayi yang dilahirkan. Keselamatan yang harus dipertaruhkan pada kondisi kehamilan beresiko tinggi membuat pro kontra antara mempertahankan atau merelakan janin yang dikandung.

Beberapa hal yang menyebabkan kehamilan beresiko tinggi:

  1. Hamil dalam usia tua. Usia di atas 35 tahun termasuk dalam kategori ini.
  2. Hamil dalam usia terlalu muda. Usia di bawah 15 tahun termasuk dalam kategori ini.
  3. Memiliki riwayat kehamilan beresiko tinggi sebelumnya. Pernah mengalami kehamilan dan gagal dalam menjalaninya.
  4. Ibu hamil yang terlalu pendek tinggi tubuhnya. Ukuran tubuh di bawah 145 cm sangat beresiko dalam hal ini.
  5. Berat badan sang ibu yang minim. Berat yang tidak seimbang dengan tinggi tubuh membuat sang ibu akan menghadapi gangguan selama kehamilan.
  6. Memiliki penyakit seperti anemia, jantung, asma, diabetes, ayan.
  7. Ada riwayat keturunan cacat mental.
  8. Posisi janin yang tidak normal. Misalnya sungsang atau tidak dalam posisi siap lahir.
  9. Pendarahan yang berlebihan.

Dengan memiliki ciri kehamilan beresiko tinggi membuat perasaan ibu hamil menjadi menakutkan walau tidak bisa menutupi rasa bahagia memiliki anak.

Jangan khawatir, bu, dengan dengan perawatan yang tepat serta pengawasan dari dokter, Anda bisa tetap mempertahankan kehamilan beresiko tinggi yang akan mengganggu kesehatan Anda ataupun janin yang Anda kandung.

Deteksi janin dari awal tubuh hingga memasuki trisemester akhir harus dilakukan terus menerus untuk jenis kehamilan ini. Dengan perawatan yang maksimal, kehamilan beresiko tinggi bisa terus dipertahankan hingga akhir.

Ibu yang memiliki jenis kehamilan ini harus terus berpikir positif dan yakin dengan kondisi kehamilan yang dijalaninya. Pikiran positif akan membantu melahirkan bayi yang sehat.

Beberapa wanita yang mengidap kanker payudara akut tetap mampu melahirkan bayi yang sehat, artinya memiliki bayi sehat pada kondisi apapun jika dipadukan dengan pikiran dan pola hidup yang sehat meski dalam kondisi sakit sangat memungkinkan terjadi.